Berangkat Dari Berbagi Jadi Inspirasi

Februari 26, 2021

 


Dunia motherhood dan parenting memang tidak pernah kehabisan topik. Berbagai jurnal dan buku menyajikannya, beragam versi dari cara perawatan bayi, pemberian ASI sampai metode pemberian MPASI. Seorang perempuan yg baru memulai hidupnya menjadi ibu tentu saja ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, Meskipun sudah membaca berbagai macam jurnal dan buku, ikut metode sana sini namun ketika dihadapkan sebuah kenyataan, maka teori tidak seindah praktik di lapangan.

Elizabeth Zenifer melalui akun instagram @elizabeth.zenifer yang saat ini memiliki  followers 319 ribu membagikan cerita berdasarkan pengalaman pribadi sejak tahun 2015 saat instagram mulai booming. Kehadirannya bagaikan oase di padang pasir bagi ibu-ibu yg merasa senasib sepenanggungan.

 Tak memiliki background sebagai content creator bahkan sebelumnya ia tak memiliki akun sosial media lainnya, ia mengatakan bahwa dirinya gaptek. Sebelum punya anak, Elizabeth Zenifer yang hangat disapa followersnya “Mom Eliz” ini aktif pelayanan di gereja, lalu ia berjanji akan tetap terus ingin melayani di gereja meskipun sudah punya anak. Namun tak disangka kesibukannya mengurus rumah, suami dan anak sangat menyita waktu karena semua dikerjakan sendiri. Bukan berarti tidak mampu untuk membayar asisten rumah tangga, atau pun baby sitter. Sebagai lulusan University Of Washington dengan gelar honors (cumlaude) di usia belum genap 21 tahun, Mom Eliz memang terbiasa hidup mandiri sejak remaja. 

“Ya sudah kalau enggak bisa pelayanan di gereja, kamu bisa melakukannya di rumah mulai dari yang kamu bisa dan yang kamu tahu, manfaatkan sosial media sebagai ruang berbagi, pasti ada yang terbantu” ujar suaminya pada waktu itu.

Di mulai dari followers di bawah 100 itu pun kebanyakan teman-temannya dengan jumlah like dan coment yang tak sebanyak saat ini. Mom Eliz mulai membagikan perjalanannya menyusui anak pertama. Tak disangka hari pertama sharing tentang ASI dalam waktu kurang dari 24 jam followers bertambah 5000an. Hingga akhirnya akun @elizabethzenifer di hapus oleh pihak Instagram karena ada yang melaporkan kontennya. Lalu Mom Eliz membuat akun baru dan sampai sekarang @elizabeth.zenifer

Pernah suatu momen ia membagikan pengalamannya menggunakan alat pompa asi, lalu mereview berbagai macam jenis dan merk pompa asi yang Mom Eliz pakai. Ada satu merk yang dirasa cocok. Seketika followers menyerbu merk tersebut sampai sold out dimana-mana. Pemilik brand tersebut barangkali heran, mengapa produknya bisa diserbu. Padahal waktu itu jumlah followersnya belum sebanyak saat ini.

            Ketika influencer identik dengan tampilan foto Instagram yang eye catching. Tampilan Instagram Mom Eliz didominasi tulisan berdasarkan apa yang sedang dialami dari mulai tips-trik, gagal dan berhasilnya dalam menangani masalah per emak-emak’an. Dari tips dan triknya itu lah followers menciptakan istilah-istilah yang menggelitik, seperti sarjana bubur tanpa diaduk (cara mudah memasak bubur MPASI tanpa diaduk), sarjana nasi (tips dan trik memasak nasi pulen), sarjana telur ceplok kecap asin, sarjana ayam (mengenal berbagai macam jenis ayam) dan masih banyak istilah sarjana lain yang pada akhirnya membuat hidup para mama mama ini jadi lebih mudah, ya semacam ensiklopedi dunia mama.

            Elizabeth Zenifer adalah influencer pertama yang mengangkat topik seputar motherhood&parenting. Hingga ia dijuluki sebagai mama influencer yang berangkat dari ketulusannya berbagi pengalaman pribadi, bukan dari kalangan selebriti maupun blogger. Ia mengangkat istilah mamagram yang sebelumnya tidak ada hingga melahirkan banyak mamagram saat ini, ia ingin memberikan contoh bahwa ibu-ibu biasa juga bisa menginspirasi dengan membagikan pengalaman pribadi mereka melalui sosial media.

Tak heran jika Mom Eliz pernah di undang menjadi pembicara acara stasiun TV Sapa Indonesia Kompas TV, Michael Tjandra Luar Biasa di RTV dan talk show di berbagai kota. Mom Eliz adalah influencer mama pertama yang diundang sebagai narasumber talk show di Imbex 2016. Selain itu ia juga mama influencer pertama yang menjadi brand ambassador  Zalora 2017-2019, Tropee Bebe dan Libby baby saat ini.

            Membawa cirikhas hastag #gembelisasisejati bagi Mom Eliz sosial media adalah Sebagian besar fana, ia bangga tampil apa adanya dengan gaya rambut digulung dan kacamata. Ia ingin menunjukkan kepada ibu-ibu bahwa its ok kalau kita tidak tampil secantik selebgram. Penampilan tidak menjadi tolak ukur untuk menjelaskan jati diri kita.  

            Sebelum dikenal sebagai influencer, Mom Eliz adalah pengusaha di bidang konstruksi, salon&spa, florist dan beberapa home industry lainnya. Sejak menjadi Ibu dua anak, ia mendelegasikan urusan kerjaan dan fokus mengurus anak-anak. Untuk saat ini anak-anak menjadi prioritasnya. Ia tidak pernah menganggap dirinya sebagai influencer, followers yang menjulukinya sebagai influencer. Ia tidak pernah menganggap bahwa kehadirannya di Instagram merupakan suatu pekerjaan karena niatnya dari awal sebagai wadah pelayanan. Oleh karena itu ia tidak pernah mau menerima brand yang bertujuan untuk promosi. Ia hanya membagikan dan memberikan review jujur sebagai pengguna. Positif maupun negative akan ia utarakan.

            Namun sebagai pengusaha, ia pun mengembangkan bisnis online, ia melahirkan beberapa online shop @naturesmarket @vian_bevande @lepoupon_id @kohana_indonesia @minami_indonesia.

            Selama ini Mom Eliz tidak pernah benar-benar berhenti bekerja. Hanya belajar delegasi, shifting focus. Prioritas utama tetap anak dan keluarga, selanjutnya baru pekerjaan.

            Jadi, kalau ditanya aktivitas Mom Eliz apa saja saat ini

          Jawabannya adalah full time mom, part time pengusaha. 

           

             

           

You Might Also Like

0 comments

Makasih sudah main, ambil yang baik-baik dari postingan ini, yang jelek tinggal ngopi aja..